Telepon genggam atau handphone merupakan
salah satu perkembangan teknologi. Dengan kecanggihan teknologi, telepon gengam
bukan saja sebagai alat komunikasi, tapi juga dapat digunakan mengirim data dan
mengakses internet. Namun, dibalik kecanggihan telepon seluler, banyak efek
negatif yang tanpa disadari dapat menganggu kesehatan manusia.
Dr. Eka Putra Setiawan, Sp.T.H.T dari bagian
Divisi Otologi RS Sanglah mengatakan telepon gengam diciptakan untuk memudahkan
manusia berkomunikasi. Namun, kata lelaki kelahiran 15 Juni 1961 ini, banyak
efek samping dari penggunaan handphone yang salah. Hal ini berkaitan dengan
volume suara dan jarak dengar.
“Semakin HP ditempelkan ke telinga, maka
semakin melekat mengenai liang telinga. Efeknya semakin besar yang menyebabkan
terjadi peningkatan bunyi atau resonansi,” ujar spesialis T.H.T. tamatan UGM
Yogyakarta ini. Semakin lama menggunakan HP, kata Dokter Eka, maka semakin lama
bunyi bising yang menyebabkan kelelahan otot. “Menggunakan HP hendaknya
bergantian pada telinga kanan dan kiri. Sama halnya dengan olahraga berjalan
atau lari. Semakin jauh akan terasa capek dan otot pegal. Ada masanya untuk
istirahat bagi otot pendengaran,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Dokter Eka, perlu diwaspadai
efek samping gelombang elektromagnetik yang dipancarkan HP. Radiasi telepon
gengam berakibat buruk terhadap tubuh manusia. Ia menyebutkan radiasi HP
memancarkan 215 kali perdetik masuk ke sel-sel otak mengenai DNA dalam sel.
Tiap HP memancarkan 900 Mhz -1800 Mhz. Untungnya, kata Dokter Eka ini, manusia
memiliki sawar darah otak yang melindungi paparan radiasi ini. Jika
memungkinkan sebaiknya gunakan peralatan hands-free untuk mendengarkan
suara lewat HP. Anak-anak usia dibawah 8 tahun sangat rentan terhadap pancaran
radiasi ini, sehingga sangat disarankan belum waktunya menggunakan HP.
Ia menyarankan malam hari sebaiknya HP
dimatikan. Jika tetap menyala, sebaiknya diletakkan di luar kamar tidur, agar
gelombang elektromagnetik tidka menyerang organ otak manusia. Lapisi HP dengan
aluminium agar memroteksi gelombang elektromagnetik. “Efek samping yang
ditimbulkan gelombang elektromagnetik ini, sulit tidur, pusing, telinga
mendenging, dan daya tahan tubuh menurun,” jelasnya.
Untuk mencegah radiasi gelombang
elektromagnetik kata Dokter Eka, jangan gunakan HP terlalu dekat dengan liang
telinga, berikan jarak secukupnya. Untuk batas jarak masih dalam penelitian
dokter Eka. Jangan gunakan HP terlalu lama disamping panas yang disebabkan
baterai HP, gelombang elektromagnetik juga memberi efek kurang baik. Makan
makanan yang mengandung vitamin untuk saraf seperti B1, B6, B 12 yang banyak
terkandung pada kacang-kacangan, tahu, tempe, kacang panjang, taoge.
Untuk mengurangi paparan gelombang
elektromagnetik, dapat dipilih HP jenis CDMA dengan frekuensi 125 Mhz, karena
radiasinya lebih kecil.
Ia menilai kebiasaan mendengarkan musik
menggunakan earphone/walkman sudah menjadi trend anak muda. Bahkan tak
jarang earphone juga digunakan untuk menerima telepon.
“Earphone menempel langsung di liang telinga. Artinya terjadi
kelipatgandaan resonansi. Sebagai contoh HP memiliki kebisingan 80 dB
(desibel). Jika mengunakan earphone kebisingannya menjadi bertambah 1, 6 kali.
Efeknya tentu lebih berat,” kata Dokter Eka.
Gejala awal akan muncul keluhan mendenging.
Menurut Dokter Eka, saraf di telinga tengah mengeluh memberi respon bahwa
adanya gangguan. Jika cepat direspon dengan mengistirahatkan pendengaran,
mungkin saja segera dapat pulih kembali. Namun, jika tidak ditangani dengan
cepat, maka muncul gangguan pendengaran menetap atau tuli.
Menurutnya ada perbedaan arti mendenging dengan
mendengung. Mendenging artinya kebisingan yang mengenai telinga bagian dalam.
Jika tidak segera ditangani akibatnya tuli. Sementara mendengung hanya mengenai
telinga luar yakni tertutupnya saluran tuba eustakhius karena perubahan
tekanan.
Salah satu kasus dampak negatif earphone
dituturkan Dokter Eka. Seorang perempuan melakukan perjalanan dari Bangkok ke
Jakarta. Dalam pesawat ia mengunakan earphone dari Bangkok hingga tiba
di Jakarta selama 3 jam perjalanan. Setibanya di bandara Sukarno Hatta, ia
melepas earphone-nya, namun ia tidak dapat mendengar suara. Malah hanya
terdengar suara mendenging. Akhirnya dengan terpaksa ia harus menjalani rawat
inap selama tiga hari di RS THT Jakarta.
Akhirnya kondisi pendengarannya mulai membaik,
namun sayang fungsi pendengarannya tidaklah sebagus sebelumnya. “Ada ketentuan
jika tingkat kebisingan lebih dari 100 dB, tidak boleh terpapar lebih dari 2
jam. Lebih dari itu, genderang telinga rusak. Inilah yang dialami gadis itu,”
jelasnya.
Kebisingan suara mempunyai satuan dB. Batas
kebisingan normal adalah 85 dB. Lebih dari itu sudah tergolong bising yang
dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Beberapa contoh penelitian dikutip
Dokter Eka seperti kebisingan Jalan Diponegoro Denpasar 80 dB, musik rock 100
dB, suara pesawat dan helikopter 120 dB.
“Suara yang masuk ke telinga ditahan otot-otot
kecil di telinga tengah yang memegang genderang telinga, agar tidak bergetar
terlalu keras. Kalau ini lolos, dan otot lelah ia akan masuk ke telinga dalam
yang mengakibatkan rusaknya sel rambut di dalam telinga dalam yang merupakan
organ pendengaran,” jelasnya.
Untuk meredam kebisingan, hal yang penting
dilakukan adalah mengistirahatkan pendengaran. Dokter Eka sudah melakukan
penelitian tentang jam kerja yang baik yakni 6 jam perhari selama 5 hari mulai
hari Senin hingga Jumat, dan libur dua hari yakni Sabtu dan Minggu.
Ia menyarankan sepulang bekerja pada malam hari
sebaiknya istirahatkan pendengaran. “Jangan lagi menonton TV atau mendengarkan
musik. Gunakan hari Sabtu dan Minggu untuk mengistirahatkan pendengaran
sehingga hari Senin siap beraktivitas lagi,” sarannya.
Pengobatan gangguan pendengaran kata Dokter
Eka, disebut periode emas yakni batas waktu tuli dengan pengobatan. Artinya,
makin cepat diobati makin baik sehingga tingkat kesembuhannya semakin besar.
Pengobatannya juga tidak mudah karena harus
menjalani rawat inap. “Bagian telinga dalam hanya dilalui satu pembuluh darah.
Kalau terkena kebisingan pembuluh darah menjadi stres dan menguncup, sehingga
telinga dalam tidak ada suplai makanan sehingga obat harus dimasukkan lewat
infus. Ini hanya bisa dilakukan dengan rawat inap di RS,” ungkap Dokter
Eka.–ast (Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 503 tanggal 31 Agustus 2008)
Handphone atau telepon seluler (ponsel),
menimbulkan gelombang radiasi saat sedang aktif digunakan, yakni saat menerima
maupun melakukan panggilan. Mungkin kita belum menyadari efek radiasi yang
ditimbulkannya, ataupun tak mau ambil pusing terhadapnya. Dan sebaiknya, kita
harus menunjukkan sikap peduli atas dampak yang diakibatkannya, mulai sekarang!
Hasil sebuah percobaan pengukuran paparan
gelombang radiasi dari beberapa ponsel yang sedang aktif digunakan. Cara
pengukuran ini menggunakan suatu alat yang namanya radiasi meter. Radiasi meter
ini merupakan satu alat ukur, yang biasanya dipakai juga untuk mendeteksi
adanya pancaran radiasi dari suatu sumber ( X-Ray ataupun Gamma-Ray ) oleh para
pekerja radiasi. Dan dengan alat ini, akan dicoba untuk mengetahui, seberapa
besar radiasi yang ditimbulkan, saat ponsel menerima panggilan.
Perangkat headset atau ponsel yang diukur
radiasinya adalah ponsel bermerk Siemens C35, S35, M35, Nokia 3310, 3330 dan
Ericcson T10s (Pengambilan sample terhadap ponsel ini adalah acak, dan tidak
ada maksud untuk mendiskreditkan salah satu merek maupun type ponsel tertentu).
Saat ponsel aktif menerima panggilan, ponsel tersebut ditempelkan pada radiasi
meter, seperti halnya kalau kita memakai ponsel dengan menempelkan di telinga.
Di sini radiasi meter mencatat adanya paparan radiasi antara 5 mili rem /jam
bahkan ada yang sampai 80 mili rem /jam. Padahal, ambang batas yang bisa
diterima oleh manusia secara umum adalah 0,125 mili rem /jam-nya.
Kemudian, hal ini kita ulangi lagi, tetapi
jarak ponsel tersebut dijauhkan kurang lebih 5 cm dari radiasi meter. Disini
radiasi meter menunjukkan penurunan paparan radiasinya. Saat ponsel jarak
ponsel diperlebar terhadap radiasi meter, yakni kira-kira 10 cm, hanya beberapa
jenis perangkat ponsel saja yang masih menimbulkan radiasi, tetapi jumlahnya
sangat minim atau kecil.
Dalam penelitian tersebut, telah diperhitungkan
mengenai ke-’tidak valid’-an alat pengukur yang digunakan. Namun setidaknya,
hasil yang diperoleh dari percobaan tersebut dapat kita jadikan acuan mengenai
efek radiasi yang kita terima saat ponsel tersebut kita pakai.
Oleh
karena itu, sebaiknya sejak saat ini kita mencoba untuk meminimalisir efek
radiasi yang kita terima. Berbagai usaha bisa kita lakukan, seperti: Menjaga
jarak sejauh mungkin, antara telinga dan ponsel, saat kita sedang aktif
berbicara. Kemudian, menggunakan aksesoris yang dapat mengurangi efek radiasi
dari ponsel. Atau dapat juga dengan menggunakan hand set atau handsfree,
sehingga radiasi yang keluar dari ponsel tidak akan langsung mengenai tubuh
kita
Aliran
dipelopori oleh John Locke (1632-1704) seorang filsuf berkebangsaan
Inggris, yang berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini seperti kertas kosong
atau sebagai meja berlapis lilin yang belum ada tulisan di atasnya.
Perkembangan anak bergantung 100% dari dunia luar yang disebut lingkungan.
Aliran empirisme didasarkan atas konsepsi yang menyatakan bahwa perkembangan
individu bergantung pada pengalaman-pengalaman yang diperoleh selama hidupnya.
Aliran bersikap optimisme terhadap hasil pendidikan, sehingga disebut pula
aliran optimisme.
Berdasarkan
konsep dasar ini, maka hal yang harus diperhatikan dalam pendidikan adalah :
(1) pendidikan diberikan seawal mungkin, (2) pembiasaan dan latihan lebih
penting daripada aturan, nasihat, atau perintah, (3) menngamati anak didik
secara lebih dekat, (4) nak harus dianggap sebagai makhluk rasional, dan (5)
pelajaran di sekolah jangan sampai menjadi beban.
2.Aliran Nativisme
Aliran ini
dipelopori oleh Schoupenhaur (1978-1860) seorang filsuf bangsa Jerman,
yang berpendapat bahwa bayi lahir dengan pembawaan baik dan buruk. Dalam konsep
aliran ini lingkungan sama sekali tidak berpengaruh terhadap perkembangan
individu. Hasil pendidikan 100% bergantung pada pembawaan anak didik itu
sendiri. Menurut tokoh aliran ini yang jahat akan menjadi jahat, yang baik akan
menjadi baik. Dan hal tersebut tidak akan dapat diubah oleh kekuatan
pendidikan.
3.Aliran Naturalisme (Negativisme)
Aliran ini
dipelopori oleh J.J. Rousseau (1712-1778) seorang filsuf bangsa
Perancis, yang berpendapat bahwa semua anak adalah baik pada waktu lahir,
tetapi menjadi buruk di tangan manusia. Prinsip kembali ke alam menjadi ciri
utama aliran naturalisme. Aliran ini meragukan perlunya pendidikan bagi
pengembangan bakat dan kemampuan anak. Oleh karena itu aliran ini disebut juga
aliran negativisme. Pendidikan lebih baik ditunda daripada mengakibatkan
hal-hal yang tidak diinginkan pada diri anak didik.
4.Aliran Konvergensi
Aliran ini
dipelopori oleh Willian Stern (1871-1939) seorang ahli pendidikan bangsa
Jerman, yang berusaha mengawinkan dua aliran yang 180 derajat berlawanan yaitu
aliran empirisme dan nativisme. Menurut konsepsi konvergensi baik pembawaan
maupun lingkungan kedua-duanya mempunyai pengaruh terhadap perkembangan anak
didik. Hasil pendidikan bergantung pada besar kecilnya pembawaan serta situasi
lingkungannya. Jika kualitas pembawaan dan/atau lingkungan berubah, maka hasil
perkembangan/pendidikan akan berubah pula.
1.Batere
menggelembung karena hubungan singkat atau korslet secara mendadak akibat
terjatuh atau terendam air. Akibatnya isi batere terkuras dengan cepat sehingga
tabung batere menjadi panas dan menggelembung.
2.Batere
sering drop. Ada beberapa penyebab hal ini terjadi, diantaranya kualitas
baterenya tidak bagus, faktor usia batere karena penurunan nilai mAh (tekanan
arus DC) dan terjadi korslet.
3.Batere panas
karena kerusakan pada flat pengatur suhu di dalam batere. Pada flat batere
terdapat komponen yang berfungsi mengatur besar kecil-nya tegangan arus yang
masuk atau keluar. Kerusakan ini berakibat pasokan arus tidak normal dan
membuat batere panas.
4.Batere tidak
ada arus sama sekali karena hubungan singkat (korslet) di mesin hape yang
berimbas pada batere. Batere biasanya tidak mempunyai sekring otomatis yang
bisa memutus arus yang dikeluarkan. Penyebab lainnya karena batere tersebut
sudah lama tidak digunakan atau di-charge.
5.Batere tidak
dapat mengisi. Bisa disebabkan oleh hapenya atau penghubung hape ke batere yang
kurang bahkan tidak terkoneksi dengan baik. Penyebab lainnya ada di chargernya.
Jika masalahnya di batere, maka perlu diganti. Kerusakan terjadi pada sel di
tabung batere yang sudah membeku dan tidak dapat menerima dan menampung arus
yang masuk.
Cara Merawat Batere
1.Jangan
sering nge-charge dalam kondisi hape hidup. Bila hape di-charge dalam keadaan
mati, saat batere penuh maka pengisian akan dihentikan oleh IC charger yang
bertugas mengontrol pengisian batere. Tapi bila dalam kondisi hidup, jadi nggak
efektif dan bisa membuat IC charge rusak dan membuat batere rusak karena
tegangan charger menjadi los (tanpa penghambat dan pemutus lagi).
2.Jangan
menelpon dalam kondisi hape di-charge. Karena akan menguras tenaga batere.
Apalagi sampai hape menjadi panas karena terlalu lama menelpon. Tegangan yang
masuk dari charger akan langsung dikeluarkan dalam jumlah yang besar sehingga
akan membuat tabung batere menjadi panas dan menggelembung.
3.Karena saat
hape dinyalakan membutuhkan arus 0,4 ampere, kemudian saat hape mencari sinyal
membutuhkan arus 0,4 ampere, lalu saat lampu menyala hape membutuhkan tegangan 0,3
ampere. Jadi jika terlalu sering menghidup-matikan hape dengan mencabut batere
resiko batere akan cepat drop.
4.Hindari
charging dengan charger imitasi. Kualitas yang tidak standar membuat batere
menjadi cepat rusak. Karena arus yang berlebihan masuk ke batere tanpa
dikontrol IC charger. Biasanya charger imitasi mengeluarkan arus yang tidak
stabil.
5.Segera charge batere, jangan menunggu low-bat atau
mati. Karena dapat membuat sel di tabung batere menjadi lemah dan vakum.
Akhirnya batere jadi drop, bahkan rusak. Karena nilai DC turun drastis dari 3,6
volt menjadi 2 atau 1 volt. Jika dibawah 3,0 volt batere tidak dapat diisi arus
lagi.
B.LCD
Kerusakan LCD/Layar yang Sering Terjadi
1.Blank atau
tidak ada bentuk tampilan. Karena ada jalur yang terputus, resolusi cairan LCD sudah
rusak atau bisa juga karena kurang terkoneksi ke mesin hape. Biasanya disebabkan
karena jatuh sehingga konektor bergeser atau terputus jalur pada kabel fleksible
di hape clamshell.
2.LCD pecah
karena benturan keras, terjatuh atau tertekan. Untuk LCD pecah ini sudah pasti
harus diganti. Semakin canggih atau langka layar LCD, maka semakin mahal
harganya.
3.Ada garis
pada layar. Kerusakan ini tidak begitu fatal jika garis tersebut hanya ada satu.
Tetapi jika terdapat lebih dari lima garis dan posisinya ditengah akan cukup
mengganggu.
4.Buram,
kebanyakan disebabkan oleh faktor usia LCD tersebut. Atau dikarenakan kualitas
LCD yang tidak bagus.
5.Bercak-bercak
atau noda pada LCD. Sering disebabkan oleh cairan yang sudah mulai pecah secara
berkelompok. Masalah ini disebabkan oleh faktor usia LCD atau LCD tersebut
pernah tertekan atau terjadi benturan keras.
Tips Agar LCD Awet
1.Hindari dari
cahaya matahari langsung dalam waktu yang lama (3-4 jam) karena akan membuat ketajaman
piksel pudar dan LCD menjadi buram.
2.Hindari dari
air, embun atau sejenisnya. Karena LCD sangat rentan sekali dengan air yang
bisa membuat LCD rusak total.
3.Hindari dari
benturan keras karena akan membuat LCD pecah dan retak.
4.Hindari
menyimpan hape pada saku jeans yang ketat karena bisa tertekan dan LCD bisa
pecah.
5.Hindari dari
anak-anak dan tempat yang memungkinkan hape bisa jatuh.
C.KEYPAD
Penyebab Kerusakan Keypad
1.Karena kotor atau korosi yang disebabkan oleh sisa
air atau embun yang sudah membentuk karat dan menghalangi tombol saat ditekan.
Cirinya tombol tersebut masih dapat berfungsi tetapi harus ditekan kuat.
2.Karena penggantian casing yang bukan original atau
akibat casing yang ukuran tombol keypadnya tidak cocok.
3.Ada jalur keypad yang terputus. Biasanya tombol yang
tidak berfungsi tidak hanya satu tombol, bisa terjadi empat tombol dan semuanya
tidak dapat ditekan.
4.Konektor tombol keypad (yang menghubungkan keypad ke
mesin hape) kotor atau renggang. Masalah ini sering terjadi pada hape yang
keypadnya terpisah dari mesin.
5.CPU dan driver keypad mengalami retak pada kaki IC
nya dijalur tombol keypad. Yang disebabkan oleh benturan keras atau kerak pada
kaki IC.
Cara Menangani Kerusakan Keypad
1.Bila keypad
susah ditekan tetapi masih bisa berfungsi, solusinya cukup membuka casing hape
lalu bersihkan tombol keypad yang bermasalah dengan penghapus pensil.
2.Bila kerusakan
karena penggantian casing sebaiknya kita cari casing yang KW1 atau original.
Memang sedikit mahal tapi tidak menimbulkan masalah.
3.Jika keypad
tidak berfungsi karena ada jalur yang terputus, solusinya adalah dengan
melakukan jumper pada jalur tersebut dan panduannya dengan membaca skema jalur.
Jika belum mengerti, mintalah bantuan pada teknisi yang sudah professional.
4.Jika
kerusakan hanya karena renggang kita cukup mengencangkan baut hape dengan
obeng.
5.Untuk
masalah CPU dan driver yang rusak, sebaiknya hape ini harus ditangani oleh
teknisi yang benar-benar ahli dibidangnya. Karena jika salah dalam penanganan,
hape bisa mati total karena IC CPU jika diangkat oleh teknisi yang tidak
mengerti dan kurang berpengalaman bisa menjadi gatot alias gagal total secara
permanen.
D.MEMORI INTERNAL
Kerusakan Memori Internal yang Sering
Terjadi
1.Hape menjadi
mati total akibat ada salah satu data hilang atau karena tempat media
penyimpanan data rusak. Karena semua operasional hape terdapat di memori
internal.
2.Hang. Jika
data-data terlalu penuh di memori internal akibatnya program tidak dapat
diproses oleh CPU karena data terlalu padat. Akhirnya kinerja hape lambat dan
tidak optimal.
3.Up close
(hapus sebagian data). Tulisan ini muncul saat kita akan menyimpan data di dalam
hape. Atau bahkan saat kita membuka menu hape muncul tulisan tersebut.
Kerusakan ini disebabkan file sampah sudah menumpuk di memori internal.
4.Blink. Hape
blink adalah dimana hape tidak dapat loading atau booting ke menu. Kerusakan
ini disebabkan oleh ada beberapa file yang tidak terbaca karena posisi dan
penempatannya tidak tepat sehingga sistim tidak dapat loading secara normal.
Penyebabnya adalah aplikasi terlalu penuh, virus, benturan keras yang
menimbulkan getaran pada IC sehingga ada file yang hilang atau rusak.
5.Restart.
Hape restart adalah dimana saat hape dihidupkan tidak lama kemudian mati dan
langsung hidup sendiri (hidup mati sendiri) secara berulang-ulang. Hal ini
disebabkan oleh adanya file sistem yang hilang, atau data terlalu penuh.
Cara Menghindari Kerusakan Memori
Internal
1.Selalu rajin
menghapus data-data yang tidak terpakai, misalkan SMS atau phonebook yang sudah
tidak diperlukan lagi.
2.Tidak
menyimpan aplikasi dan game di memori internal.
3.Selalu cek
kapasitas memori internal. Minimal space kosong harus ada 20% dari total
kapasitas.
4.Hindari
menyimpan foto atau video di dalam memori internal.
5.Setiap 2
bulan sekali, lakukan master reset pada hape agar file sampah yang tersisa di
dalam memori bisa di bersihkan. Termasuk virus.
E.BLUETOOTH
Ciri Kerusakan Bluetooth
1.Tidak bisa
mengirim file. Kerusakan ini karena kesalahan setting pada hape atau data
terlalu penuh pada memori hape.
2.Hanya bisa
menerima file saja. Kerusakan ini karena data terlalu penuh atau banyak
terdapat file sampah pada memori internal sehingga membuat software Bluetooth tidak
bekerja dengan baik.
3.Gallery pada
hape tidak dapat dibuka. Kerusakan ini disebabkan terjadinya crash antara data
Bluetooth dan data hape karena Bluetooth mempunyai software tersendiri yang
berbeda dengan software hape. Akan tetapi jika modul Bluetooth mengalami
kerusakan pada hape tertentu gallery hape tidak dapat dibuka.
4.Bluetooth
tidak dapat diaktifkan. Kerusakan ini disebabkan kesalahan pada software atau program
di hape. Atau bisa juga disebabkan oleh kerusakan pada modem Bluetooth itu
sendiri.
5.Hape mati
dan modul Bluetooth pada hape panas. Kerusakan ini dikarenakan adanya komponen yang
korslet. Jika modem Bluetooth yang terasa panas maka besar kemungkinan modem
Bluetooth mengalami kerusakan.
Tips Agar Bluetooth Awet
1.Jangan aktifkan Bluetooth sepanjang hari di tengah
keramaian. Resiko virus masuk akan lebih besar, karena Bluetooth merupakan
sarana masuknya virus ke dalam memori internal.
2.Jangan terima pesan masuk dari Bluetooth yang tidak
dikenal karena besar kemungkinan adalah virus. Untuk mengantisipasi hal
tersebut sebaiknya aktifkan sistem perangkat disembunyikan pada menu Bluetooth
agar Bluetooth kita tidak terdeteksi oleh perangkat lain. Tetapi ada sebahagian
software aplikasi yang dapat menembus sistem pertahanan ini.
3.Ganti nama Bluetooth hape kamu dengan nama seperti
ini: @nama hape atau nama kamu (spasi)(tanda seru). Contoh: @Aku ! atau @6600
!. Bisa dipastikan Bluetooth pada hape kamu akan aman dari serangan virus dan
hacker.
4.Tidak menggunakan Bluetooth secara berlebihan.
Bluetooth lebih baik tidak digunakan untuk menerima file berkapasitas besar 3
MB pada saat transfer data antar hape. Karena akan membuat Bluetooth menjadi
lemah dan berakibat rusak.
5.Tidak menggunakan Bluetooth untuk internet. Karena akan
membuat Bluetooth menjadi rusak dan lambat dan bisa berakibat kerusakan pada
software hape yang dapat menyebabkan hape jadi sering hang dan restart.
Dalam dunia Islam berlaku satu peradaban yang berbeda dengan peradaban-peradaban yang terdahulu di wilayah Persia dan Romawi. Suatu peradaban yang berbeda dengan peradaban Arab yang mendominasi Jazirah Arab pada masa ekspansi. Itulah peradaban Islam yang jiwa dan sendi-sendinya disarikan dari Islam serta diserap dari keunggulan-keunggulan peradaban dunia yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Dunia lebih mendapatkan manfaat dari peradaban Islam dibandingkan peradaban dua negara adikuasa sebelumnya, Yunani dan Romawi. Peradaban Yunani lebih banyak memusatkan perhatian kepada pemikiran dan filsafat serta tidak banyak memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kehidupan individu. Lain halnya dengan peradaban Islam selain memotivasi kepada pemikiran dan filsafat, juga sangat memperhatikan aspek-aspek kehidupan individu dan masyarakat serta bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan dunia dan akhirat.
Oleh sebab itu ekspansi Islam berbeda dengan ekspansi yang dilakukan Romawi dan Mongol yang sama sekali tidak memperhatikan nilai peradaban yang tinggi, bahkan sebaliknya, bangsa Mongol telah merusak dan membinasakan peradaban yang telah ada. Sedangkan ekspansi Islam membawa risalah peradaban yang mengajak pada perdamaian, kesejahteraan dan ketenangan dalam kehidupan.
Berbagai peristiwa dalam sejarah telah menunjukkan peranan dan kontribusi peradaban Islam untuk kemajuan peradaban dunia, khususnya dunia Eropa yang sebelumnya berada dalam kegelapan di bawah kungkungan gereja.
Hal ini dapat dilihat dari masuknya Islam ke Spanyol yang merupakan bagian dari Benua Eropa. Kehadiran Islam di Spanyol telah membawa Eropa mencapai renaisans.
PEMBAHASAN
Sebelum Islam masuk ke Spanyol / Andalusia1, daerah Spanyol telah dikuasai oleh bangsa Ghotia, mereka berhasil menduduki Spanyol pada tahun 507 M, dan mengusir bangsa Vandal ke Afrika Utara. Pada pemerintahan kerajaan Visigoth, rakyat dipaksa untuk mengikuti aliran agama monofosit yang dianut para penguasa. Disamping itu kehidupan sosial dan ekonomi rakyat pun berada dalam kondisi yang terpuruk karena kebijakan penguasa yang sewenang-wenang.
Sementara itu di daerah tersebut juga terjadi konflik politik antara Roderik dan kerabat Witiza – Oppas dan Achila2 – di satu pihak, dan antara Roderik dan Julian3 di pihak lain.
Lawan-lawan politik raja Roderik meminta bantuan kaum muslimin di Afrika Utara, bahkan turut memberikan dukungan dan bantuan kepada pasukan Islam yang akan menaklukkan Spanyol.
Gubernur Afrika Utara saat itu – Musa bin Nushair – meminta izin kepada Khafilah Walid bin Abdul Malik untuk melakukan penyerbuan ke Spanyol, dan usul tersebut disetujui oleh khalifah.4
Maka pada tahun 91 H / 710 M, dikirimlah tim ekspedisi beranggotakan 500 personil pasukan yang dipimpin oleh Tharif bin Malik. Tim ekspedisi tersebut tidak menemukan perlawanan yang berarti sehingga Tharif bin Malik dan pasukannya kembali dengan kemenangan dan rampasan perang.5
Sukses ini mendorong Musa bin Nushair untuk mengirim pasukan dengan jumlah yang lebih besar. Maka pada tahun 92 H / 711 M dikirimlah 7000 personil pasukan di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Pasukan ini menyeberangi selat yang memisahkan antara Afrika Utara dan Spanyol dengan kapal-kapal yang dipinjamkan oleh Julian dan berhenti di sebuah tempat bernama Jazirah al-Khadra, yang kemudian dikenal dengan nama Jabal Thariq (Gibratal). Disanalah Thariq bin Ziyad mempersiapkan rencana dan siasat untuk menaklukkan Spanyol.6
Kedatangan pasukan Islam disambut oleh Roderik, raja Visigoth dengan 100.000 tentara. Thariq meminta tambahan bantuan 5000 pasukan kepada Musa bin Nushair. Kekuatan tampak tidak seimbang, namun dengan semangat jihad yang tinggi dari pasukan Islam, pasukan Roderik dapat dikalahkan, bahkan Roderik pun tewas dalam pertempuran. Hal ini sehingga melemahkan semangat orang-orang Spanyol dan memudahkan Thariq untuk menaklukkan mereka. Thariq terus maju dan dapat menaklukkan kota Cordoba, Granada dan Toledo yang merupakan ibukota Visigoth.7
Terkesan oleh kemenangan yang dicapai Thariq, Musa bin Nushair pun ikut ambil bagian untuk menaklukkan Spanyol. Dengan memimpin pasukan dengan jumlah besar, Musa bin Nushair menyeberangi selat menuju Carmona yang memiliki benteng kuat. Kota tersebut dapat ditaklukkan, selanjutnya Musa dapat menaklukkan Sevilla dan akhirnya bertemu dengan Thariq di Toledo. Pasukan mereka menuju ke utara dan dapat menaklukkan kota Zaragosa, Barcelona, Aragon dan Castilia, kemudian menuju ke Timur laut sampai ke pegunungan Pyrenia. Penaklukan mereka terhenti karena Khalifah Walid bin Abdul Malik memanggil mereka kembali ke Damaskus.8
Secara umum kesuksesan pasukan Islam memiliki semangat juang yang tinggi dan dipimpin oleh panglima yang handal dalam strategi dan siasat perang. Disamping sikap toleran yang diperlihatkan pasukan Islam mendatangkan simpati dari bangsa Spanyol yang ketika itu mayoritas beragama Yahudi. Berbeda dengan pasukan Spanyol yang kebanyakan adalah tawanan dan budak yang dipaksa untuk berperang, sehingga mereka berperang tanpa semangat.
Dukungan dan kerjasama dari rakyat Spanyol turut mempermudah usaha pasukan Islam untuk menguasai Spanyol. Rakyat yang ingin melepaskan diri dari keterpurukan ekonomi dan belenggu penderitaan telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi umat Islam. Di lain pihak pertikaian politik dalam tubuh pemerintahan kerajaan Visigoth memperburuk situasi di Spanyol yang tentunya sangat menguntungkan umat Islam karena lawan politik Roderik meminta bantuan kepada penguasa Islam untuk melumpuhkan kekuatan Roderik. Dan hal ini sekaligus merupakan dukungan mereka kepada pasukan Islam, bahkan mereka bersedia menyediakan kapal untuk menyeberang ke Spanyol.
Maka ekspansi Islam ke Spanyol pada saat itu adalah awal berkembangnya ajaran Islam di sana hingga + 8 abad lamanya dari tahun 710 – 1609.
Secara garis besar perkembangan Islam di Spanyol dapat dibagi kepada beberapa tahap perkembangan sebagai berikut :
Periode Para Wali
Pada periode ini Spanyol merupakan salah satu propinsi di bawah kekuasaan Daulah Umayyah di Damaskus, yang dipimpin oleh para wali wakil Khalifah disana, mulai dari tahun 93 H / 716 M sampai tahun 138 H/ 756 M.9
Pada masa ini, stabilitas politik di Spanyol belum tercipta dengan sempurna, dimana diantara para elite penguasa masih terdapat perselisihan, terutama diakibatkan oleh perbedaan etnis dan golongan, seperti antara etnis Barbar dan Arab yang masing-masing mereka berhak untuk memerintah di negeri tersebut. Bahkan terjadi pula perbedaan pandangan politik antara Khalifah di Damaskus dan Gubernur Afrika Utara, dimana diantara mereka merasa paling berhak berkuasa di Spanyol. Hal ini sering menyulut terjadinya perang saudara, sehingga dalam jangka 40 tahun terjadi 20 kali pergantian wali dengan wali yang pertama adalah Abdul Aziz bin Musa bin Nushair, sampai Gubernur terakhirnya Yusuf bin Abdurrahman al-Fihri.10
Disamping itu gangguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah tunduk kepada pemerintahan Islam.
Namun demikian pada masa itu, perluasan daerah tetap dapat dilakukan. Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, usaha penaklukan Spanyol diteruskan untuk menerobos pegunungan Pyneria dan terus ke timur di bawah pimpinan As-Samah bin Malik pada tahun 719 M, namun ia terbunuh dan digantikan oleh Abdurrahman al-Ghafiqy. Dengan pasukannya ia menyerang kota Bordesu, Poiter dan terus ke kota Tours, namun pasukannya ditahan oleh Charles Martel diantara kota Poiter dan Tours, sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan pasuka Islam kembali ke Spanyol.
Setelah itu perluasan wilayah pada masa tersebut masih terjadi, seperti ke Avirignon (734 M), Lyon (743 M) dan ke pulau-pulau di laut tengah, seperti Majorka, Corsia, Sardina, Creta, Rhodes, Cyprus dan sebagian dari pulau Sicilia.11
Pada masa ini daerah Islam telah menjangkau seluruh Spanyol, Perancis tengah dan bagian penting dari Italia.
Maka bisa dikatakan umat Islam Spanyol pada masa itu masih dihadapkan kepada perbaikan stabilitas dalam negeri dan perluasan daerah sehingga keadaan tersebut mengakibatkan belum adanya kegiatan dalam pembangunan peradaban dan kebudayaan di daerah Spanyol.
Periode ini berakhir dengan kedatangan Abdurrahman Ad-Dakhil seiring dengan berakhirnya kekuasaan Daulah Umayyah di Timur dan digantikan oleh Daulah Abbasiyah.
Masa Keamiran
Periode ini dimulai dengan masuknya Abdurrahman ad-Dakhil12 ke Spanyol dan berhasil merebut kekuasaan dari Yusuf bin Abdurrahman al-Fihri. Pada periode ini Spanyol dipimpin oleh para Amir yang pemerintahannya terpisah dari Daulah Abbasiyah di Baghdad, yang berlangsung selama rentang waktu 138 H / 756 M sampai 315 H / 912 M.13
Kemajuan-kemajuan di bidang politik maupun peradaban telah mulai terlihat pada masa ini. Hal ini terlihat dari pembangunan fisik yang dilakukan, seperti pembangunan Mesjid Cordova dan gedung-gedung sekolah di kota besar Spanyol oleh Abdurrahman ad-Dahkhil. Pada masa Hakam diadakanlah pembaharuan di bidang militer, seperti dengan membentuk satuan tentara bayaran. Disamping itu perhatian para Amir terhadap ilmu pengetahuan telah turut menjadi faktor pendukung berkembangnya berbagai disiplin ilmu. Abdurrahman al-Ausath bahkan mengundang para ahli ilmu dari dunia Islam lainnya untuk datang ke Spanyol untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa ini ditandai dengan masuk dan berkembangnya pemikiran filsafat di dunia Islam Spanyol.14
Pada masa ini umat Islam masih dihadapkan kepada hal yang mengancam stabilitas keamanan, baik yang datang dari luar Islam seperti gerakan Nasrani fanatik yang mencari kesyahidan (Matyrdom) maupun dari kalangan umat Islam sendiri seperti pemberontakan dipimpin oleh Hafshun dan anaknya yang berpusat di pegunungan Malaga ataupun pemberontakan yang terjadi di Toledo, disamping perselisihan yang kerap terjadi antara orang-orang Arab dan orang Barbar.15
Masa Kekhalifahan
Periode ini berlangsung semenjak Abdurrahman III yang bergelar an-Nashir memerintah pada tahun 315 H/912 M sampai munculnya periode Muluk ath-Tahwaif pada tahun 1013 M. Pada masa ini penguasa di Spanyolbergelar khalifah. Gelar tersebut bermula ketika Abdurrahman III mengetahui bahwa Khalifah Abasiyyah, al-Muktadir, wafat dibunuh oleh pengawalnya, tahun 929 M. Maka Abdurrahman III menilai ini adalah saat yang tepat untuk memproklamirkan dirinya sebagai khalifah di Spanyol. Kemudian gelar ini tetap dipakai sampai akhir pemerintahan Bani Umayyah.16
Abdurrahman III dengan gelar an-Nashir yang memerintah + 50 tahun telah berhasil menciptakan stabilitas politik di Spanyol, hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya memadamkan pemberontakan-pemberontakan, dan meredam timbulnya perpecahan dan perselisihan diantara bangsa Arab.17
Pada periode ini Umat Islam di Spanyol mencapai puncak kejayaannya, hingga dapat menyaingi kejayaan Bani Abasiyyah di Baghdad. Hal ini terlihat dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di daerah tersebut dengan didukung oleh sarana penunjang yang dibangun oleh pemerintahan Daulah Umayyah disana, seperti pembangunan Universitas Cordova dengan koleksi buku-buku mencapai ratusan ribu.18 Bahkan pada masa al-Hakam II, Andalus dikenal sebagai pusat kebudayaan, kesusasteraan dan Ilmu Pengetahuan.19
Kondisi ini terus berlangsung sampai kepada masa khalifah al-Muzaffar, akan tetapi setelah beliau wafat pada tahun 1008 M, para penerus Bani Umayyah tidak dapat mempertahankan kejayaan negeri tersebut. Para khalifah yang terpilih memiliki kecakapan dalam pemerintahan, hingga memicu timbulnya berbagai kekacauan yang akhirnya membawa kepada kehancuran, sekaligus menjadi tanda berakhirnya kekuasaan Daulah Umayyah di Spanyol. Pada tahun 1013 M, Dewan Menteri yang memerintah Cordova menghapus jabatan khalifah, dan ketika itu Spanyol sudah terpecah dalam beberapa kerajaan kecil yang berpusat di kota-kota tertentu.20
Muluk at-Thawaif
Periode ini dimulai saat Spanyol terpecah kepada lebih dari tiga puluh negara kecil, yang dipimpin oleh penguasa-penguasa yang berasal dari berbagai suku bangsa dan yang dikenal dengan istilah muluk at-thawaif, yang berlangsung dari tahun 1013 – 1086 M.21
Perpecahan tersebut sekaligus mencerminkan heterogenitas anggota militer pada masa Bani Umayyah yang kemudian melepaskan diri dari pemerintahan pusat, selain itu hal ini juga dapat dipahami sebagai ketidak harmonisan umat Islam di Spanyol, karena terlalu mengedepankan perbedaan etnik dan golongan masing-masing, disamping ambisi yang terlalu kuat dari masing-masing golongan untuk berkuasa di Spanyol, ditambah lagi dengan dihapuskannya jabatan Khalifah oleh Dewan menteri, yang semakin membuka peluang untuk perebutan kekuasaan, hingga berujung kepada terpecahnya Spanyol menjadi negara-negara kecil.
Pemerintah pada periode ini diwarnai dengan berbagai peperangan antara golongan, kerajaan yang kuat menyerang yang lemah sehingga untuk mempertahankan kekuasaannya, ada sebagian golongan yang meminta bantuan kepada non muslin. Perpecahan politik di kalangan umat Islam ini, menimbulkan hasrat prang-orang Nasrani untuk merebut kembali daerah Spanyol, hal ini diwujudkan dengan berbagai serangan oleh pihak Nasrani terhadap Islam. Pihak Nasrani yang diwakili oleh Alfonso V berhasil merebut kota Toledo pada tahun 1085,22 dan serangan-serangan lain mulai dilancarkan kepada daerah-daerah kekuasaan Islam lainnya. Al-Mu’tamad bin Ubaad salah seorang dari raja Bani Ubaad meminta bantuan kepada Dinasti Murabithun di Afrika Utara, yang pada saat itu dipimpin oleh Yusuf bin Tasyfin. Yusuf datang bersama pasukannya pada tahun 1086 dan bergabung dengan pasukan al-Mu’tamad di daerah Zallaka yang kemudian berhasil mengalahkan pasukan Alfonso VI, walaupun kota Toledo tidak dapat direbutnya kembali.23 Dan sejak saat itu kekuasaan Islam di Spanyol diambil alih oleh Dinasti Murabithun.
Walaupun pada masa ini merupakan masa perpecahan tapi peradaban dan seni dianggap memasuki masa kejayaannya, kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh Spanyol tersebut tetap memberikan dorongan kepada para ilmuwan dan sastrawan untuk mengembangkan ilmunya, bahkan mereka mendapatkan perlindungan dari kalangan penguasa.24 Bahkan para pemimpin setiap golongan berlomba-lomba untuk menyaingi kemajuan Cordoba sebagai pusat ilmu, sehingga pada masa tersebut bermunculan pusat-pusat peradaban baru yang lebih maju dari Cordoba.
Reconquesta (penaklukan kembali)
Perpecahan politik yang terjadi di kalangan umat islam, membuat orang-orang Kristen berkeinginan untuk merebut kembali dan menjarah beberapa wilayah Muslim Spanyol. Yang memang orang-orang Kristen dari sejak kedatangan umat Islam sudah bermaksud untuk mengusirnya, namun maksud tersebut belum terlaksana. Sentimen orang-orang Kristen juga diungkapkan dalam bentuk pendirian sejumlah biara Benedictine dan kwgiatan perziarahan ke Santiago de Compo Stela. Paus Gregory VII menyerukan untuk melakukan gerakan reconquesta (penaklukan kembali wilayah Spanyol dari umat Islam). Paus menjadikan reconquesta sebagai kewajiban agama bagi umat Kristen dan sebagai sebuah ambisi teritorial raja-raja Spanyol.
Dengan semangat untuk mempersatukan kerajaan Castile, Leon dan kerajaan Galicia, pada tahun 1085, Alfonso VI menaklukan Toledo. Hal ini merupakan awal dari pecahnya peperangan antara pihak Muslim dengan Kristen. Kaum migran Kristen membanjiri Toledo, tetapi warga Muslim tetap bertahan tinggal disana. Dalam waktu yang berurutan kerajaan Aragon merebut Huesca (1096), Saragosa (1118 M), Tortosa (1148 M) dan Lerida (1149 M). Pada paro kedua abad kedua belas gerakan reconquesta telah melembaga. Persaudaraan militer-keagamaan, seperti beberapa gerakan persaudaraan di Calatrava dan Santiago menaklukan dan menjarah sejumlah wilayah Muslim.
Periode ini dimulai semenjak Yusuf bin Tasyfin berhasil mengalahkan pasukan Alfonso pada tahun 1086 M. Tertarik dengan kemakmuran Spanyol, membuat ia berambisi untuk menaklukkan Spanyol. Hanya dalam jangka waktu tiga tahun ia berhasil merebut Spanyol dan mengahkhiri kekuasaan Muluk at-Thawaif kecuali wilayah Zaragosa dan La Sahla karena para penguasanya meminta bantuan ke Eropa. Yusuf mengukuhkan kekuasaannya di Spanyol atas restu khalifah al-Muqtadi, dengan gelar Amirul Muslimin dan Nashiruddin, yang kemudian juga digunakan oleh para penerusnya.26 Untuk mengatur Spanyol Yusuf bin Tasyufin menunjuk putranya Tamin bin Yusuf menjadi Amir di Spanyol.27
Pada periode ini perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan tidak begitu menonjol, hal ini disebabkan pengaruh fuqaha’ yang fundamentalis, segala kegiatan keilmuan harus sesuai dengan kehendak fuqaha’, disamping itu penguasa Dinasti Murabithun lebih memfokuskan kegiatannya kepada gerakan pemurnian ajaran Islam.28 Sehingga perkembangan peradaban sedikit terabaikan.
Kekuasaan Dinasti Murabithun di Spanyol hanya berlangsung sampai tahun 1149 M. Ketika Yusuf bin Tasyufin mangkat, ia digantikan oleh putranya Alif bin Yusuf yang selalu disibukkan oleh usaha untuk menumpas pemberontakan, maka lambat laun Murabithun pun mundur. Para penggantinya pun bukanlah orang-orang yang cakap, sehingga kekuasaan Dinasti ini dapat diambil oleh Dinasti Muwahhidun, disamping adanya serangan dari pihak Nasrani, yang pada masa ini telah berhasil merebut beberapa daerah kekuasaan Islam seperti Castile, Barcelona, dan beberapa daerah lainnya.
Kekuasaan Dinasti Muwahhidundi Spanyol dimulai pada tahun 1149 M setelah berhasil menumbangkan kekuasaan Dinasti Murabithun di Maghribi, kemudian berhasil merebut kekuasaan di Spanyol dengan tekad mengembalikan kejayaan Islam di sana. Untuk masa beberapa dekade Dinasti ini mengalami kemajuan.
Pada masa ini serangan dari pihak Nasrani semakin gencar, pada awalnya serangan yang dilancarkan oleh pihak Nasrani dapat dipatahkan, sampai akhirnya Dinasti Muwahhidun dihadapkan pada perang Las Nafas de Tolosa. Pada saat itu pasukan Nasrani dipimpin oleh Alfonso VIII, raja Castile, dengan mengatas namakan perang suci. Mereka berhasil menghimpun bantuan dari Perancis, Jerman, Inggris, dan Italia. Pasukan Islam yang saat itu dibawah kepemimpinan al-Mansur Billah mengalami kekalahan besar, yang membawa kepada berakhirnya kekuasaan Dinasti Muwahhidun di Spanyol. Sejak saat itu satu per satu daerah kekuasaan Islam di Spanyol jatuh ke tangan pasukan Nasrani, selama tahun 1238 – 1260 M mereka dapat menguasai seluruh Spanyol30 kecuali daerah Granada.
Masa Bani Ahmar (1232 – 1492 M)
Pada periode ini Islam hanyamemiliki daerah kekuasaan di Granada, di bawah pemerintahan Bani Ahmar. Mereka berhasil mengendalikan daerah-daerah pegunungan di Propinsi Granada, yang kemudian di sana didirikan benteng al-Hamra. Pada masa ini peradaban kembali mengalami kemajuan seperti pada zaman Abdurrahman III, Granada pada waktu itu menjadi pusat peradaban yang banyak menarik perhatian para cendikiawan dan sastrawan khususnya yang berada di kawasan barat Islam.31
Keadaan ini dapat dipertahankan selama 2 ½ abad, yang mungkin sangat erat kaitannya dengan penguasa Granada hanya terdiri dari satu etnis yaitu Arab, yang berasal dari daerah Spanyol lainnya, yang kemudian berlindung di bawah kekuasaan Bani Ahmar.
Akan tetapi pada akhir pemerintahan, perebutan kekuasaan di dalam tubuh pemerintahan Bani Ahmar tidak dapat dielakkan, hingga mengakibatkan lemahnya posisi kekuatan Muslim di Granada. Abu Abdullah yang ingin berkuasa meminta bantuan dari orang-orang Nasrani yang waktu itu dipimpin oleh Ferdinand II dan Isabella untuk menumbangkan pemerintahan yang sah. Kesempatan ini dipergunakan oleh umat Nasrani untuk merebut kekuasaan terakhir umat Islam di Spanyol tersebut, mereka berhasil mengalahkan pemerintahan yang sah, bahkan Granada berhasil mereka taklukkan. Muhammad IX Sultan Bani Ahmar terakhir, meninggalkan Spanyol. Demikian juga dengan Abu Abdullah yang kemudian hijrah ke Afrika Utara. Hal ini menandai berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol.
Jatuhnya kota Granada ke tangan umat Nasrani menjadi tanda berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol. Para penguasa Bani Ahmar mengambil inisiatif untuk hijrah ke daerah Islam lainnya. Sedangkan masyarakat Islam di Spanyol dihadapkan kepada dua pilihan, antara menjadi pengikut agama Nasrani atau meninggalkan daerah Spanyol, sehingga pada tahun 1609 M tidak ada lagi umat Islam yang tinggal di daerah tersebut.32
PENUTUP
Kesimpulan
Pasang surut Islam di Spanyol terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.mulai tahun …….. s/d tahun 1492 M.Islam di Spanyol telah berhasil menyedot perhatianNegara Eropa dan Negara lainnya ketika itu dengan kemajuan yang telah mereka capai dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban.
Masuknya Islam ke Spanyol tidak hanya merubah kehidupan masyarakat disana, tapi lebih dari itu Kemajuan peradaban yang tercipta disana telah membangunkan bangsa Eropa dari tidur nyenyak yang diselimuti kebodohan bangun menjadi bangsa yang modern dengan kemajuan yang begitu pesat dalam bidang sains dan teknologi mengungguli kejayaan Islam sampai saat ini. Tidaklah terlalu berlebihan bila dikatakan Islam telah membidani lahirnya kebangkitan kebudayaan baru di Benua Eropa sampai sampai saat ini.
Saran
Memperhatikan sejarah Islam di Andalusia ini, menjadikan kita terbangun dari suatu masa kebodohan kemasa kesadaran yang hakiki. Hancur dan berakhirnya kekuasaan Islam di Sepanyol umumnya dan Andalusia khususnya adalah karena beberapa faktorberikut :
1.Meninggalkan Ajaran Islam yang sarat dengan pedoman bernegara mulai dari hal yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Penguasa Islam ketika itu mengikuti rayuan Syethan dengan menuruti ajakan Nafsu amarah, ingin berkuasa, hasat dan dengki kepada saudarasendiri, sehingga timbul keinginan untuk berperang merebut kekuasaan.Perpecahan itu akhirnya menimbukan kelemahan Umat Islam ketika itu.
Nabi bersabda :الجماعة رحـمــة و الـفــرقة عـذاب
Bersatu itu menghasilkan rahmah ( persatuan yang kuat ), sedangkan perpecahan itu mendatangkan azab ( hilangnya persatuan yang berujung lemahnya kekuasaan sehingga menimbulkan kebinasaan).
2.Hilangnya semangat awal sewaktu akan merebut semenanjung Sepanyol atau semenanjung Andalusia itu dari semangat ingin menyebarkan Islam kepada keinginan berkuasa untuk kepentingan diri sendiri terpengaruh akan kesenangan dunia, dan melupakan tujuan akhir yaitu kesenangan di akhirat.
3.Kurangnya pembinaan Iman dan Taqwa dikalangan keluarga Istana, sehingga kesenangan yang mereka nikmati itu tidak mereka sadari lagi bahwa semuanya itu datang dari Allah.
4.Kepada Generasi Islam sekarang juga yang akan datang disarankan bahwa tujuan akhir kita di dunia ini adalah untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Demikian saya ungkapkan karena dewasa ini semangat Islam / Girah Islam itu juga telah mulai pudar dalam diri mereka, dimana kebanyakan merekamengkhayalkan kesenangan sejenak ketimbamng kesenagan yang abadi. Misalnya mereka mau kuliah karena ingin nanti diangkat menjadi Pegawai Negeri. Padahal kalau mereka ,menyadari tujuan yang sebenarnya baik untuk diri mereka sendiri dan buat Umat Islam umumnya, persoalan menjadi Pengawai Negeri itu suatu prestasi yang jauh lebih kecil sekali dibanding tujuan yang mulia itu.
5.Dengan meninggalkan petunjuk Islam, akan berakibat fatal, berbahaya dan merugikan diri sendiri dan Umat Islam sebagaimana telah dialami oleh umat Islam di Andalusia yang kisahnya telah ditulis dalam makalah yang kecil ini.
6.Akhirnya atas segala kekurangan dalam penulisan makalah ini, saya mohon kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan pada penulisan berikutnya.
Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Hamka, Sejarah Umat Islam, Bukittinggi : Nusantara
Harun, Maidir /Firdaus, Sejarah Peradaban Islam I, Padang : IAIN Press, 2001
Hasan Ibrahim Hasan, ad-Daulat Fathimiyah, Mesir : al-Qahirah, 1959
Hasan Ibrahim Hasan, Tarikh al-Islam as-Siyasi wa Ats-Tsaqafi wa al-Ijtima’i, - Kairo : Maktabah an-Nadhhah al-Misriyah, 1979
Hitti, Philip K., History of The Arabs, London : The Macmilan Press, 1974
Nasution, Harun, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspek, Jakarta : UI-Press, 1974
Sou’ib, Yoesoef, Kekuasaan Islam di Andalusia, Medan : Madju, 1984
Syalabi, Ahmad, Sejarah Kebudayaan Islam 2, Jakarta : Pustaka al-Husna, 2003
Tim Ensiklopedi, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, J.2, Jakarta : PT. Icktiar Baru Van Hoeve, 2002
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1997
1 Pada awalnya Spanyol berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, sampai kedatangan bangsa Vandal pada abad V yang berhasil menaklukkan daerah tersebut, sejak saat itu Spanyol dikenal juga dengan nama Vandalusia yang berarti negeri bangsa Vandal. Orang Islam kemudian menyebutnya Andalusia. (Hasan Ibrahim Hasan), Tarikh al-Islam as-Siyasi wa Ats-Tsaqafi wa al-Ijtima’i, - Kairo : Maktabah an-Nadhhah al-Misriyah, 1979), h. 314
2 Oppas dan Achila adalah kakak dan anak dar Witiza yang dulunya adalah penguasa di daerah Toledo, yang kemudian disingkirkan oleh Roderik, karena pusat pemerintahan Visigoth dipindahkan dari Seville ke Toledo. – Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1997), h. 92
3 Julian adalah mantan penguasa daerah Septah, yang memiliki dendam pribadi dengan Roderik, karena perlakuan buruknya kepada putri Julian. – Yoesoef Sou’ib, Kekuasaan Islam di Andalusia, Medan : Madju, 1984), h.8
4 Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam 2, (Jakarta : Pustaka al-Husna, 2003), h.128
11 Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspek, (Jakarta : UI-Press, 1974), h. 62
12 Abdurrahman ad-Dakhil adalah salah seorang keturunan Bani Umayyah yang berhasil lolos dari kejaran golongan Hasyimiyah, ia bersembunyi dan menyamar sebagai pedagang di Mesir, Palestina, kemudian terus ke Afrika Utara, akhirnya pada tahun 755, ia menyeberang ke Spanyol. Di Spanyol ia menjalin kerjasama dengan pimpinan suku Kalb – Al Bajl bin Bisr – untuk merebut kekuasaan dari Yusuf bin Abdurrahman al-Fihri. Pada tahun 756 M kekuasaan dapat direbutnya dan Cordoba dijadikan sebagai pusat pemerintahannya. (Maidir Harun/Firdaus, Sejarah Peradaban Islam I, (Padang : IAIN Press, 2001) h. 109-110)
24 Tim Ensiklopedi, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, J.2, (Jakarta : PT. Icktiar Baru Van Hoeve, 2002), h. 201
25 Dinasti Murabithun berasal dari salah satu kabilah Barbar Lamtuna, yang pada awlnya Murabithun adalah suatu gerakan pemurnian Islam dalam bentuk tarekat yang dikembangkan melalui ribat (pesantren), yang akhirnya berkembang menjadi suatu kekuatan politik dengan mendirikan Dinasti Murabithun. (Maidir Harun/Firdaus, op.cit., h. 115-119)
29 Dinasti Muwahhidun berasal dari kabilah Masmudah, yang pada awalnya adalah suatu gerakan pemurnian agama kemudian berkembang menjadi suatu kekuatan politik dengan mendirikan suatu Dinasti Muwahhidun yang berpusat di Maroko, dengan pendirinya Muhammad bin Tumart – Tim Ensiklopedi, op.cit., h. 206
30 Philip K. Hitti, History of The Arabs, (London : The Macmilan Press, 1974), h. 531-534